Sabtu, 15 Desember 2018

Feature perjalanan

Hawa dingin menyambut kedatangan kami di di kota Sibolga, setelah melalui perjalanan kurang lebih dari tujuh jam. Perjalanan ku beserta keluarga dalam rangka liburan bersama keluarga. Kebetulan sedang libur sekolah, jadi aku bisa ikut ke Sibolga. Lumayan, sambil refreshing.
Pertama kali tiba di kota Sibolga, aku tidak bisa tidur padahal badan sedang letih karna perjalanan Balige-Sibolga yang sangat jauh, ditambah hawa siang itu yang memang cukup panas. Rasanya aku ingin keluar mencari udara segar, juga ingin keliling melihat-lihat pemandangan kota Sibolga ini. Tapi tidak tahu harus kemana. Untunglah Bapak dan Ibuku,  mau mengajakku keliling kota. Aku diajak ke salah satu objek wisata, yaitu pantai Pandan Sibolga.
Pantai pandan ini adalah nama pantai di kota Sibolga. Pantai Pandan ini mempunyai keunikan yang berbeda dengan pantai lainnya, selain ombaknya yang besar, juga terdapat gunung-gunung pasir yang tinggi disekitar pantai. Waktu yang tepat untuk mengunjungi pantai ini yaitu pada sore hari ketika matahari hendak terbenam. Agar tidak tersengat panasnya matahari.
Angin menderu kencang namun sejuk air laut menggulung terpecah di bibir pantai. Tampak turis sedang berjemur diri sambil memegang sebotol minuman ringan. Pantai Pandan ini tidak hanya dikunjungi oleh wisatawan warga Indonesia saja. Namun pantai Pandan adalah pantai dengan jumlah wisatawan asing yang lumayan banyak jumlahnya dibandingkan dengan pantai lainnya di sekitar daerah pegunungan Danau Toba.
Ku telusuri pinggir pantai ini dengan berjalan kaki sambil berpose-pose. Melesat melintasi pasir pantai yang mulus sesekali disapu ombak. Sungguh aku merasakan kedamaian. Seperti tak ada beban dalam hidup.
Tak henti-hentinya aku berdesak kagum atas keindahan panoramanya. Pesona eksotisnya berupa deburan ombak dan pemandangan disekitar pantai. Angin memberikan kesejukan dan rasa damai. Tak ada orang yang berwajah muram disini, semua tertawa lebar, merasakan kebahagiaan berada ditempat seindah ini. Capek karna perjalan di mobil kemaren pun terbayar lunas dengan pantai yang luar biasa ini.
 Tak terasa sudah empat jam kami bermain di pantai ini. Perjalananpun kami lanjutkan untuk mengisi tenggorokan yang sudah kekurangan air. Kami mendatangi pedagang kelapa muda dan membeli lima kelapa muda. Kemudian kami bawa kesebuah tempat dibawah pohon sambil beristirahat menunggu matahari terbenam.
Hanya sekitar satu hari kami berada di pantai Pandan Sibolga, bapak dan ibu sudah mengajak kami untuk pulang, walau rasanya masih belum ingin pulang tapi mau bagaimana lagi, aku sudah ditunggu oleh bapak dan ibu. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Tampak wajah saudara saya yang makin hitam karna sengatan matahari tadi. Kami berbagi canda, sambil berjalan dan menutup cerita ini. Tak bisa aku lupakan namamu pantai Pandan Sibolga meski kutulis namamu di pasir dan tersapu ombak. Kau tak akan hilang dari benakku. Kau akan selalu ku kenang sebagai pantai yang sangat indah dan menyenangkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Feature perjalanan Hawa dingin menyambut kedatangan kami di di kota Sibolga, setelah melalui perjalanan kurang lebih dari tujuh jam. Perja...